agen bola terpercaya
BandarQ Online domino168 tahunqq  Poker BandarKiu Online

Surprise Di Hari Ulang Tahun Sista

Cerita Sex Dewasa Mesum Ngentot Tante Setengah Baya Terbaru Hot 2018 – Kejutan bisa datang dalam dua bentuk. Dalam bentuk yg menyenangkan atau dalam bentuk yg mengerikan. Sayangnya, kita tdk bisa memilih dan tdk pernah tahu kapan datangnya kejutan yg mana. Namanya juga kejutan. Seperti yg dialami Sista beberapa hari yg lalu. Pagi itu Sista datang ke kantor dgn dandanan dan mood terbaiknya, melangkah dgn elegan menimbulkan efek slow motion di mata orang lain. Top notch! Efek dari kejutan yg dia dapatkan malam sebelumnya jelas masih tersisa dan tergambar jelas dari tampilan dan gayanya pagi itu. Itu adalah sebuah kejutan yg menyenangkan.

Surprise Di Hari Ulang Tahun Sista

Cerita Sex 2018

Suasana kantor pun seperti memahami suasana hati Sista yg sedang berbunga-bunga dan memutuskan untuk berperan serta memeriahkan pagi itu. Semua staf, bahkan security dan office boy, yg dia temui sejak dari pintu gerbang kantor hingga masuk ruang kerjanya menyapa dgn riang dan segera dibalas dgn senyum terbaik oleh Sista. Tumpukan dokumen yg menggunung di meja kerjanya yg menunggu approval dan review-nya pun tdk mampu menghapus senyum dari wajahnya. Pagi itu sempurna. Sempurna hingga pintu ruangannya diketuk. Tamu pertama Sista pagi itu.

Sang Tamu adalah Ketua Tim Internal Control dari kantor pusat yg selama dua minggu terakhir mengaudit kantor cabang provinsi yg dikepalai Sista. Sista mempersilakan masuk, masih bisa berbasa-basi riang ketika menyambut tamunya. Namun, senyumnya mulai surut setelah satu dua kalimat pembuka dari tamunya itu. Suasana hatinya langsung berbalik 180 derajat ketika tamu itu mulai menjelaskan secara detail maksud kedatangannya. Sisa-sia kegembiraan malam sebelumnya lenyap seketika tak berbekas. Kejutan pagi itu datang dari Ketua Tim Internal Control dan sukses membuat senyum di bibir Sista sirna, muka bulatnya merah padam menahan emosi dan malu, tubuh gempalnya bergetar menahan amarah. Kali ini jelas sebuah kejutan yg mengerikan.

Satu jam berlalu, setelah menyampaikan seluruh laporan ke Sista, Ketua Tim Internal Control undur diri.

Meninggalkan Sista dgn banyak pertanyaan di kepala. Laporan yg baru saja disampaikan oleh tamunya itu sungguh tdk dapat diterima oleh akalnya. Bagaimana bisa? Ini tdk mungkin pikirnya. Tdk mungkin hal itu dilakukan oleh orang yg dia sangat kagumi dan percayai, yg bahkan dalam rapat manajemen perusahaan beberapa pekan sebelumnya dia rekomendasikan untuk mengisi posisi salah satu kepala kantor cabang provinsi yg sedang kosong. Itu adalah sebuah rekomendasi promosi. Tdk mungkin, karena selama kariernya, tdk pernah satu kali pun dia kecolongan.

Tdk secuil pun aset perusahaan hilang di bawah pengawasannya. Bahkan dua tahun terakhir ini kantornya mendapatkan predikat kantor cabang dgn performa kinerja terbaik. Sekarang dia tdk tahu harus berbuat apa menghadapi fakta yg baru saja diterimanya bahwa pria itu telah melakukan fraud dgn estimasi kerugian yg dialami perusahaan berjumlah fantastis. Suasana hati Sista pagi itu sungguh tdk karuan, marah, kecewa, sedih karena akan dua hal. Pertama, karena masalah yg baru dia ketahui terjadi di kantornya itu dan, kedua, karena hal itu terjadi hari itu, hari di saat dia merayakan ulang tahunya.

Butuh hampir 15 menit untuk Sista dapat mengendalikan emosinya. Dia mencoba menenangkan dirinya, mendinginkan kepalanya, karena dia harus segera mengambil tindakan untuk menyelesaikan masalah ini. Sista memejamkan mata, menarik nafas panjang, menyenderkan tubuhnya di kursi kerjanya yg nyaman. Tangan kanannya sibuk memutar-mutar pena. Dia mencoba me-rewind memorinya akan kejadian malam sebelumnya untuk mengembalikan mood-nya.

“Jadi rapat belum selesai pa? Naik pesawat terakhir?” Sista berusaha tetap fokus mengendarai mobil sedan mewahnya sembari menerima panggilan telepon dari suaminya.

Sebagai seorang pejabat negara suami Sista lebih banyak menghabiskan waktu di ibu kota. Malam ini suaminya memutuskan untuk ke kota provinsi mengunjungi Sista.

“Oke pa, nanti mama pesan ke bibi. Biar dibukain pintu sama bibi. Mama kayaknya mau langsung tidur, badan capek banget.” Pembicaraan berakhir setelah satu-dua kalimat lagi.

Sista kembali menambah kecepatan mobilnya. Dia sedang dalam perjalanan pulang. Selesai jam kantor dia memutuskan untuk menuju tempat fitnes langganannya. Menghabiskan waktu 2 jam meregangkan otot-otonya sebelum pulang ke rumah. Meskipun badannya lelah dia paksakan untuk sedikit berolah raga. Di usianya yg sudah tdk muda lagi, dgn load pekerjaan yg berat, dia harus menjaga tubuhnya tetap bugar untuk bisa menjalanai hari-harinya dgn baik.

Tepat pukul sembilan mobil Sista telah terparkir rapi di garasi. Setelah berpesan ini itu ke si bibi, pembantunya, dia segera menuju kamar mandi di dalam kamarnya. Membersihkan badannya dgn guyuran air hangat. Segera berganti dgn baju tidur setelahnya. Kemudian menjatuhkan tubuhnya ke kasur empuk king size. Dalam hitungan detik dengkur halus sudah menggema di kamar tidurnya.

Rasanya baru saja Sista memejamkan mata, suara ketukan pintu kamar membangunkannya. Kepalanya terasa berat. Sista melirik jam dinding, jam 12. Dgn enggan dia bergerak menuju pintu. Pasti itu suaminya. Kenapa pula suaminya mengetuk pintu segala pikirnya, biasanya juga langsung masuk. Sista menyipitkan matanya merespon berkas cahaya yg menyeruak masuk begitu pintu kamar dia buka. Ya itu memang suaminya tetapi tdk hanya suaminya juga anak-anaknya beserta keluarganya.

“Selamat ulang tahun sayang!” Suaminya berkata lembut sambil menyodorkan kue ulang tahun lengkap dgn dua buah lilin membentuk angka 50 yg telah menyala.
“Happy birthday to you..happy birthday to you..” Yg lainnya mulai menyanyikan lagu happy birthday diiringi irama tepuk tangan.

Sista tersenyum, salah tingkah, tdk menygka keluarganya akan memberikan kejutan seperti ini. Mukanya sumringah, perasaannya membuncah, terutama karena kedatangan anak-anak dan keluarganya dari ibu kota. Maklum karena kesibukan masing-masing, sudah lama mereka tdk saling bertemu, hanya sempat berkabar lewat telepon.

“Terima kasiiiiih.” Sista segera memeluk suaminya setelah meniup lilin. Kemudian memeluk anggota keluarga yg lain satu-satu, menciumi cucu-cucunya yg kini saling berebut kue ulang tahun.

Beberapa menit kemudian dihabiskan untuk saling melepas kangen. Namun, karena sudah terlalu larut satu per satu cucunya yg masih kecil mulai tertidur, yg lainnya pun terlihat sudah lelah karena telah menempuh perjalanan jauh dari ibu kota. Menyadari hal itu, Sista pun menyuruh yg lain untuk segera beristirahat. Rumah Sista cukup besar untuk menampung seluruh anggota keluarga. Masing-masing keluarga mendapat kamar yg layak. Setelah memastikan semua anggota keluarga mendapatkan segala yg diperlukan, Sista segera kembali ke kamarnya untuk melanjutkan tidur. Suaminya sudah terlebih dahulu masuk ke kamar.

Sista tdk mendapati suaminya di tempat tidur ketika masuk ke kamar. Belum hilang rasa penasarannya, Sista dikagetkan pelukan seseorang dari belakang, orang itu mencium tengkuknya, dan berbisik dekat sekali ke telinganya.

“Selamat ulang tahun mama…sekali lagi.”
“Ah..papa ini lo.” Sista langsung mengenali orang yg memeluknya, itu suara suaminya meski jantungnya sudah terlanjur berdetak kencang karena kaget.

Suaminya memeluknya dgn gemas sembari menggigit-gigit kecil telinganya dan kembali mencium-cium tengkuknya. Sista menyenderkan tubuhnya ke badan suaminya. Dia tahu suaminya pasti ingin mengajaknya bercinta. Di hari lain dgn kondisi tubuhnya yg sangat lelah seperti ini dia akan spontan menolak cumbuan suaminya. Sayangnya hampir setiap kali bertemu dgn suaminya kondisi tubuhnya selalu sedang tdk prima atau dia sedang tdk mood. Tentu saja itu semua karena kesibukan pekerjaan yg selalu mengeras energi dan pikirannya.

Tapi malam itu dia tdk kuasa menolak. Tdk di hari spesialnya. Tdk setelah kejutan yg diberikan oleh suaminya. Jadi malam itu Sista memutuskan untuk mengikuti permainan suaminya, memejamkan mata mencoba menikmati cumbuan suaminya. Dalam hati dia bertanya kapan terakhir kali dia bersetubuh dgn suaminya? Sudah lama sekali. Untung suaminya selalu bersabar mengalah jika Sista menolak, tdk pernah memaksa sekalipun. Jadi, sudah sepantasnya dia melayani suaminya malam ini pikirnya.

Tangan suaminya menyelusup melalui bagian bawah baju tidurnya, mengusap lembut perutnya. Jilatan-jilatan mesra dia rasakan di telinganya, membuat sekujur tubuhnya merinding. Tangan suaminya mulai merambat naik, mengusap langsung bagian bawah toketnya dari pinggir meluncur ke tengah, berulang-ulang. Sista tdk mengenakan pakaian dalam di bawah baju tidurnya. Itu sudah menjadi kebiasaannya sejak dulu. Tubuh Sista dibalik oleh suaminya, mereka saling berhadapan. Di usianya yg dua tahun lebih tua dari Sista suaminya masih terlihat fit, badan tegap dan rambut cepaknya membuatnya terlihat seperti kaum prajurit. Sista mendongak menatap wajah suaminya yg sedikit lebih tinggi darinya. Dgn wajah kuyu dia tersenyum penuh arti, mengiyakan ajakan suaminya untuk beranjangsana.

“Terima kasih ya pa atas kejutannya, mama senang banget.” Tangannya melingkar memeluk pinggang suaminya lalu mengecup bibir suaminya dgn lembut.

Mendapat lampu hijau, suaminya langsung mengulum bibir Sista. Tangan kanannya memegang bagian belakang kepala istrinya sedang tangan kirinya sibuk mengelusi punggungnya. Demi membalas kuluman suaminya, Sista sedikit membuka mulutnya, menjulurkan lidahnya yg langsung disambut oleh suaminya dgn penuh nafsu. Lidah mereka saling beradu, bibir mereka saling melumat bergantian. Ciuman suaminya bergeser turun ke arah leher Sista, naik lagi ke arah telinganya, kembali lagi turun melumat bibirnya diselingi dgn jilatan-jilatan kecil membuat separuh wajah Sista basah oleh air liur. Namun, cumbuan intens suaminya masih belum bisa membangkitkan birahinya, rasa lelah masih menahannya. Sejauh ini Sista hanya meladeni suaminya demi sopan-santun saja, formalitas.

Menyadari jika istrinya belum sepenuhnya menikmati percintaan ini, suaminya mendorong Sista ke arah ranjang kemudian menidurkannya di pinggir ranjang. Sista merasa lebih nyaman berbaring di ranjang meski kakinya masih menggantung di pinggiran ranjang. Kembali suaminya melumat mulut Sista sembari membuka kancing baju tidur Sista. Toket Sista yg berukuran ekstra langsung menyembul bebas ketika seluruh kancing berhasil di buka. Sista menggerakkan lengannya membatu suaminya melepas bajunya yg kemudian dilempar sembarang ke lantai oleh suaminya.

Kini ciuman suaminya diiringi dgn remasan di toketnya. Tangan suaminya menjelajah kedua toketnya, meremas dan mengelus bergantian hanya menyisakan putingnya yg tdk dijamah. Ciuman suaminya mulai turun, mengecup-ngecup leher Sista, semakin ke bawah menjilati belahan dadanya. Lidah suaminya berputar-putar membasahi toketnya. Sedikit demi sedikit Sista mulai menikmati permainan ini. Dia baru saja memejamkan matanya ketika suaminya dgn tiba-tiba menyedot keras puting kirinya, memilin-milin puting kanannya.

“Egghhh!” Sista melenguh tdk dapat ditahan, dadanya membusung, tangannya refleks menahan kepala suaminya. Ngilu rasanya.

Suaminya tdk berhenti. Terus mengulum, menyedot, dan memilin puting Sista bergantian kanan kiri. Tangan Sista masih di kepala suaminya namun tdk menahannya, hanya tetap di sana kadang mengelus, kadang menjambak rambut suaminya akibat sensasi yg diterimanya. Tangan suaminya mulai memelorotkan celana tidur Sista. Sista sedikit mengangkat pantatnya. Celananya lolos dgn mudah. Tak lama jari suaminya sudah asyik mengusapi pahanya naik turun, kadang meluncur semakin ke dalam, mengusap lembut bagian luar memek istrinya yg dihiasi bulu-bulu keriting tebal.

Puas mencumbui toket istrinya, suami Sista meluncur ke ujung ranjang di antara kedua kaki istrinya itu. Perut Sista diusap-usap lembut. Jari-jari suaminya kemudian meluncur ke arah bibir kemaluan Sista.

“Pelan-pelan, Pah,” pinta Sista. Memeknya masih kering. Dia takut akan terasa perih jika suaminya bermain dgn kasar.

Suami Sista hanya mengangguk sembari tersenyum menatap istrinya. Dia kemudian menyibak bulu-bulu dan bibir kemaluan Sista. Masing-masing tangannya menarik pelan bibir memeknya ke arah yg berlawanan. Suaminya tersenyum menemukan apa yg dia cari. Tonjolan itu hampir seukuran ujung kelingking orang dewasa. Ya itu klitoris Sista, suaminya tahu persis itu merupakan tempat paling sensitif di tubuh Sista. Kepala suaminya menunduk ke arah selangkangan Sista. Kecupan mendarat di klitorisnya, membuat badan Sista membusung ke atas, dilanjutkan dgn jilatan-jilatan lembut yg mulai membasahi klitorisnya.

“Hmmmmh..Paahh.” Sista tak kuasa menahan nikmat. Kakinya refleks mengimpit kepala suaminya.

Cumbuan terus diluncurkan. Jilatan suaminya berubah menjadi sedotan-sedotan ringan ke klitorisnya diselingi dgn jilatan yg mengarah ke lubang memeknya.

“Aduhh..pahh, teruss…” Sista mulai merintih-rintih nikmat.

Suami Sista semakin semangat untuk membangkitkan birahi istrinya itu.

“Aghhhhh!!” Sista menjerit tertahan. Badannya lagi-lagi membusung tinggi, kepalanya mendongak. Suaminya baru saja menusuk lubang kemaluan Sista dgn lidahnya. Lidah itu kemudian keluar masuk, menggali-gali lubang kemaluan Sista, membuat lubang itu berkedut-kedut, melebar menyempit. Klitorisnya kini dimainkan oleh jari-jari suaminya. Kadang diusap, digesek, ditekan, dan dipilin. Suami Sista mulai merasakan cairan asin keluar dari memek istrinya itu.

“Ahhh..aggh..ahhh.” Desahan Sista mulai intens. Tangannya menggeraygi toketnya sendiri. Jari-jarinya memelintir putinya yg sekarang sudah menonjol dgn sempurna hampir sebesar ibu jari.
“Pahh..masukin dong.” Sista memohon supaya suaminya segera menyetubuhinya. Tdk hanya karena dia ingin segera meraih kenikmatan puncak itu tapi dia juga ingin segera menyelesaikan permainan ini karena tubuh lelah dan menjadi semakin lemah lunglai dihajar rangsangan suaminya.

Suami Sista tdk bergeming masih fokus mengoral lubang kewanitaan istrinya itu. Bahkan kini mulai menyelusupkan jarinya ke dalam lubang kenikmatan itu membuat gerakan keluar masuk yg variatif. Mulanya lambat kemudian semakin cepat, kadang keluar masuk kemudian memutar, dan kadang mencungkil-cungkil bagian dalam dinding lubang kemaluan Sista. Rangsangan juga tak henti-hentinya diterima oleh klitoris Sista hingga tonjolan itu berkedut-kedut memerah, merekah, basah. Kombinasi ini membuat nafsu Sista melonjak dgn cepat menuju puncak namun dia menolak untuk mencapainya sekarang. Mati-matian dia menahan orgasmenya. Dia tdk bisa keluar duluan pikirnya. Tdk sebelum menyelesaikan hajat suaminya. Tubuhnya tak hentinya menggeliat. Desahan dan jeritan bergantian memenuhi kamarnya. Rasa nikmat, geli, dan ngilu bercampur menjadi satu membuat Sista tak berdaya.

“Ahh…ahh…aaaghhh…Pahh udah dong Pah!” Sista sedikit mendorong kepala suaminya lepas dari selangkangannya tapi dia sudah tdk punya tenaga lagi.
“Clepp…plekk…clepp..slurrpp.” Suaminya justru menyedot klitoris Sista kuat-kuat sambil menggaruk-garuk bagian dalam lubang memek Sista dgn ujung telunjuknya.
“Pahh..ahhgh..masukin Pahh…nanti mama keluar.” Sista merengek memohon suaminya segera menggagahinya. Sista berulang terus memohon, membujuk suaminya. Dgn sisa-sisa tenaganya dia menahan luapan nafsunya untuk tdk meledak terlebih dahulu.

Mengetahu istrinya sengaja menahan-nahan untuk tdk orgasme, suami Sista justru memainkan kemaluan istrinya dgn lebih ganas. Kini jarinya menggesek klitoris sekaligus menusuk-nusuk lubang kemaluannya dgn cepat. Tanpa menghentikan aktivitasnya di kemaluan Sista, suaminya menarik kepalanya ke atas langsung mengulum puting sebelah kanan Sista. Tembok pertahanan Sista bagai digempur dgn bola besi panas. Hancur tak karuan.

“Pahhhh..HAGHHHGGGGHHH..AHHHH…EGHHH!!” Sista berteriak. Badannya mengejang-ngejang kuat. Tulang-tulangnya serasa dilucuti dari tubuhnya. Kakinya mengimpit keras tangan suaminya yg tak mau berhenti bergerak. Tangannya satu meremas seprei dan satunya meremas kepala suaminya yg masih belum berhenti menyedot-nyedot putingnya.

Setelah tertahan begitu lama orgasme itu meledak dgn dahsyat.

“Haahh..hahh..hah..hah.” Nafas Sista memburu menikmati sisa-sisa orgasmenya. Sesekali badannya masih mengejang.

Suaminya sudah berhenti merangsangnya kini memeluk Sista dari samping sambil mengelus-elus rambut tebal sebahunya
Suaminya mendaratkan kecupan di kening Sista. “Puas Ma?” Suaminya bertanya menggoda Sista.

“Hah..hahh..ahh..hahh.” Sista belum bisa menjawab nafasnya masih terengah-engah. Puas? Jelas dia sangat puas! Sudah lama dia tdk merasakan kenikmatan ini. Namun, di dalam hati dia sedikit mengkal karena suaminya sengaja mengulur-ulur, permainan ini belum akan berakhir padahal dia sudah ingin segera beristirahat.

Tdk mau membuang-buang kesempatan, ketika Sista masih larut dalam kenikmatan orgasmenya, suaminya diam-diam melepaskan celana pendek kolor yg dia kenakan. Kontolnya yg sudah tegang sedari tadi langsung teracung bebas memperlihatkan urat-urat tipis di batangnya. Panjang kontol suami Sista sebenarnya rata-rata, namun diameternya sedikit di atas rata-rata membuatnya terlihat gemuk bagai buah terong. Bulu kemaluannya yg dicukur pendek semakin memperkuat kesan garang si terong. Dgn sigap kontol tersebut langsung dilesatkan ke dalam kemaluan Sista yg telah basah dgn cairan pelumas itu.

“AAAAGHHH!!” Sista menjerit karena kaget dan ngilu menerima hujaman pusaka suaminya. “Paah…nanti…dulu…stoo…pp…Pah!”

Suaminya justru menggerakkan pinggulnya dgn cepat, mendorong kontolnya masuk ke dalam secara penuh ke memek Sista kemudian menariknya lagi hingga tersisa ujung kontolnya di dalam lubang kemaluan istrinya untuk kembali dilesatkan ke dalam, berulang-ulang dgn cepat.

Jelas saja Sista merasa ngilu yg tak terperi diberi rangsangan seperti itu tepat ketika dia baru saja selesai mendapat klimaksnya. Namun, tipis-tipis Sista juga merasakan kenikmatan anek yg merambat naik. Sista menahan dada suaminya dan mendorong dgn sisa tenaga yg ada. Kali ini dia benar-benar berharap suaminya menghentikan gerakkannya. Sista sudah tdk kuasa lagi melayani suaminya badanya semakin lemas dan linu setiap kali kontol suaminya menghujam lubang kemaluannya.

“Ahhh…ahhh…ahh…ahh.” Sista kini hanya terbaring lemah, pasrah menerima tusukan demi tusukan kemaluan suaminya karena sudah tdk punya lagi tenaga untuk melawannya.

Suaminya terus menggoygkan pinggulnya tdk mengurangi kecepatannya sedikit pun. Bahkan kini tangannya sibuk meremas-remas toket Sista. Kadang dia menunduk melumat bibir Sista. Meski lelah, Sista bukannya tdk menikmati permainan suaminya ini. Rangsangan suaminya ini sungguh memberikan kenikmatan yg luar biasa dan berbaur dgn rasa lelah di badannya justru menimbulkan sensai yg aneh. Sista kini malah berusaha mengimbangi gerakan suaminya dgn menggerakan pinggulnya tapi sekali lagi tenaganya telah habis. Dia hanya mampu sekali dua kali menggerakan pinggulnya. Tak butuh waktu lama rangsangan yg sangat intens itu jelas saja membuat birahi Sista melonjak begitu cepat mendekati ambang klimaks.

“Pah…ahh…ahhh…buu…ruan Pah…muncratin.”
“Enak kontol papah ya sayang?” Suaminya justru memanaskan birai Sista dgn mengeluarkan kata-kata kotor.
“Buruu…an..muncrr..atin Pah.” Suara Sista terputus-putus karena badannya tak hentinya bergoyg akibat hujaman suaminya. “Mamaa…su…dah tdk…ku..att..aghhh.”

Butir-butir peluh mulai bermunculan di kening suaminya. Tempo gerakan suaminya mulai melambat. Tangannya beralih aktif mengelusi klitoris Sista bergantian dgn memilin puting istrinya itu.

Gerakan suaminya kini menjadi sangat pelan yg justru membuat Sista merasakan gerakan kontol suaminya dgn lebih seksama hingga terasa getaran-getaran uratnya yg menggelitik dinding-dinding lubang kewanitaannya. Meski kontol suaminya menggesek pelan lubang memeknya, kenikmatan yg dirasakan Sista sama sekali tdk berkurang. Bahkan tinggal menunggu waktu untuk pertahanannya jebol. Dia sudah susah payah menahannya sedari tadi tetapi tdk ada tanda-tanda suaminya akan segera mencapai klimaks. Tusukan terakhir, suaminya melesatkan seluruh kontolnya ke dalam memek Sista dan mendiamkannya di dalam. Suami Sista melenguh kencang menahan kedutan-kedutan memek istrinya yg terasa nikmat memijat pusakanya. Kadang-kadang terasa empotan-empotan memek Sista menyedot kontolnya. Meski sudah tiga kali melahirkan lubang kemaluan istrinya ini selalu saja memberikan kenikmatan tersendiri baginya, apalagi, diusianya yg sudah setengah abad Sista belum mengalami meneupose. Sebuah kebahagian yg selalu disyukuri suaminya.

Dgn kontol yg masih tertancap suami Sista menurunkan badannya sehingga dadanya berhimpitan dgn toket Sista. Sista yg masih terengah-engah gelagapan ketika suaminya melumat habis bibirnya sehingga membuatnya sedikit susah bernafas. Sista memeluk erat suaminya agar tdk banyak bergerak. Memeknya terasa gatal dan geli yg teramat sangat. Jika suaminya bergerak sedikit saja pertahanannya akan runtuh. Dia tdk mau mencapai klimaks lagi sebelum suaminya karena Sista tdk yakin bisa melanjutkan permainan ini jika sekali lagi dia orgasme. Sista mencoba mengendalikan nafasnya berusaha menurunkan birahinya.

“Mah..gantian di atas dong.” Suaminya berbisik ke kuping Sista.

Hampir saja Sista menolaknya saking lelah badannya. Namun, langsung terbesit ide mungkin dia bisa lebih mengendalikan persetubuhan ini jika di atas sehingga bisa segera mengakhirinya. Sista tersenyum sayu menganggukan kepalanya pertanda setuju.

“Ehhrhrhh.” Ranta mengernyit, matanya terpejam, tangannya meremas sprei menahan sensasi yg dirasakannya ketika suaminya mencabut batang kemaluannya dari memek Sista.

Dgn dibantu suaminya Sista menposisikan tubuhnya di atas badan suaminya yg telah berbaring disampingnya. Sista menempatkan dirinya di antara paha suaminya. Demi mencari waktu untuk memulihkan energinya, Sista tdk langsung memasukkan kontol suaminya ke memeknya. Alih-alih dia mulai mengocoknya. Awalnya lambat namun tdk lama langsung berubah menjadi cepat karena Sista sudah tdk sabar. Kontol suaminya yg telah basah oleh cairan memeknya membuat tangan Sista menjadi licin sehingga memperhalus gesekan tangannya dgn kontol suaminya. Kocokan Sista sukses membuat suaminya mendesah-desah nikmat. Sista semakin meningkatkan kecepatan kocokannya.

“Ahh…aghh…ahhh…terus Maahh.”

Sista tersenyum memperhatikan wajah suaminya yg memerah penuh nafsu.

“Mahh…kulumm dong.”

Sista awalnya ragu-ragu tapi tanpa diminta dua kali kepala kejantanan suaminya telah habis dilumatnya sembari tdk berhenti mengocok batang pusaka suaminya itu. Tapi tdk lama Sista sudah merasakan pegal di tangan dan lehernya. Dia segera memposisikan dirinya menduduki kontol suaminya. Dgn mudah kontol itu meluncur ke dalam memeknya. Posisi Sista sedikit jongkok badannya tegak sehingga dapat mengerakkan pinggulnya naik turun. Tangan suaminya segera meraih toket istrinya yg bergoyg seirama gerakan tubuhnya.

“Aghhh…aghhh…ahhh.” Birahi Sista yg sudah sedikit tenang kembali menjadi liar.
“Ahh…terus sayang jangan berhenti Mah…ash…ahhh…ah.”

Sista memepercepat goygan pinggulnya tapi dampaknya justru kenikmatannya melonjak-lonjak menyundul batas klimaksnya. Ditambah lagi energinya langsung terkuras habis. Badannya ambruk ke depan, kepalanya terkulai di dada suaminya. Sekuat tenaga dia menahan orgasmenya.

“Pahh..capek Pah, sudah ya.” Sista berkata lirih.
“Bentar lagi ya Mah.” Kini bergantian Suami Sista yg menggerakan pinggulnya.

Memek Sista kembali menjadi bulan-bulanan pusaka suaminya. Gerakan pinggul suaminya langsung mencapai maksimum.

“Pahh..Pahh..Papah!” Sista memekik panik tak kuasa menahan nikmat.
“PAHHH…AGHHH…AGHHHH…AGHHH!” Tdk dapat dihindari Sista mendapatkan orgasmenya lagi.

Sista menekan keras pinggul ke bawah menenggelamkan kontol suaminya ke dalam lubang kemaluannya. Meski begitu goygan suaminya tdk dapat dia hentikan.

“HHAAGHHH….AGHHH…HAAHHH!” Badan Sista kaku, gelombang kenikmatan ini menggempurnya bertubi-tubi.

Sista mengerang tapi tdk ada suara yg keluar dari mulutnya. Satu tangannya mengepal memukul-mukul kasur, satu tangan lainnya meremas keras seprei. Matanya terpejam. Badannya terasa kebas. Suami Sista menarik tubuhnya dari bawah badan Sista dan membiarkan Sista dalam posisi tengkurap masih terengah-engah dipenuhi gelombang kenikmatan yg tiada tara.

“Eghhh…eghhh…ghhh.” Teriakan tertahan keluar dari mulut Sista. Kepalanya terangkat ke belakang. Dia memukul-mukul kasur semakin keras sebagai usaha protesnya untuk menghentikan permainan ini.

Suami Sista telah memulai kembali aktivitasnya dgn menggagahi Sista dari belakang. Hujaman kontol suaminya di memeknya dari belakang menimbulkan sensasi baru. Dan seketika itu bagai banjir bandang gelombang kenikmatan berikutnya menghantam kembali dgn keras.

“HHAGGGGGHH….AHHHH….HAHHHHHGGGG!” Ledakan kenikmatan ketiga ini lebih besar dari sebelumnya hingga Sista tdk mampu lagi menerimanya. Memeknya terasa meletup-letup. Badanya terasa seperti di remas-remas penuh kenikmatan. Bahkan semburan udara AC di kulitnya saja terasa seperti memberikannya orgasme membuat gelombang kenikmatan yg diterimanya tdk berhenti-henti. Dirinya seperti melayg keluar dari tubuhnya. Badannya terasa ringan. Indra pendengarannya berdenging. Sista mencoba membuka matanya tapi semuanya menjadi gelap. Sista kehilangan kesadarannya.

Hanya itu yg dapat diingat Sista. Dia tdk tahu lagi apa yg dilakukan suaminya setelahnya. Dia juga tdk tahu apakah suaminya berhasil menuntaskan birahinya atau tdk. Ketika bangun Sista mendapati dirinya dalam pelukan suaminya yg masih tertidur, mendengkur halus. Keduanya tdk mengenakan pakaian selembar pun hanya ditutupi selimut tebal. Sista sedikit heran karena dia terbangun dalam kondisi badan yg segar hanya terasa sedikit perih di memeknya. Sista tersenyum simpul mengingat pergumulan dahsyat semalam dgn suaminya meski terbesit sedikit rasa sesal karena tdk bisa meladeni suaminya hingga selesai.

“Tok…tok…tok.” Ketukan pintu menarik kembali kesadaran Sista ke pagi itu.

Dia sedikit gugup. Lamunannya mengenai kejadian malam sebelumnya mempengaruhinya terlalu jauh. Birahinya sedikit naik. Sista merasakan celana dalamnya sedikit lembab. Dia segera mengecek kerapian pakaiannya dan membenarkan posisi duduknya.

“Masuk.” Sista mepersilahkan sang tamu untuk masuk. Siap lagi kali ini pikirnya. Mengingat tamunya sebelumnya, kali ini Sista menjadi waspada dan bersiap untuk segala kemungkinan. Sista tersenyum canggung demi melihat orang dibalik pintu, orang-orang tepatnya.

“Selamat ulang tahun…kami ucapkan…” Serempak beramai-ramai stafnya menyanyikan lagu selamat ulang tahun.

Sebagian sambil bertepuk tangan. Satu orang bahkan memainkan gitar akustik. Beberapa orang sambil bersuit-suit menggoda. Sekretarisnya yg berdiri paling depan terlebih dahulu masuk ke ruangan mendekati Sista menyodorkan kue tiratmitsu yg dihiasi sebuah lilin. Sista bangkit menyambutnya. Satu lagi sebuah kejutan yg menyenangkan diterimanya.

“Terima kasih semuanya.” Sista mencoba untuk memberikan senyuman terbaiknya untuk semua orang.

Setelah lilin ditiup satu per satu stafnya menyalami Sista memberikan ucapan selamat. Sambil beramah tamah dgn stafnya pandangan Sista menyapu seisi ruangan. Orang itu tdk ada batin Sista, tentu saja tdk ada, dia pasti sengaja menghindar. Beberapa saat kemudian para staf kembali kemejanya masing-masing. Sekretaris Sista yg paling akhir keluar ruangan kerjanya setelah membersihkan dan memberesi sisa-sisa kue. Sista menahannya, memintanya melakukan sesuatu.

“Tolong panggilkan Pak Romli ya!” Pinta Sista dgn intonasi selembut mungkin berusaha menahan emosinya yg kembali muncul.
“Eh?!” Sekretaris Sista baru menyadari bahwa orang yg dicari tadi tdk turut serta memberi kejutan kepada Sista.

Dia pun bertanya-tanya kenapa orang tersebut bisa tdk ikut serta. “Baik Bu, segera.”

Ruangan kembali sepi. Sista menjatuhkan dirinya ke kursi, menghela nafas. Oke kali ini dia sudah lebih siap menghadapi permasalahan yg sedang menimpa kantornya.

-END- Cerita Sex – Cerita Dewasa – Cerita Mesum – Cerita Ngentot – Cerita Sex Terbaru 2018

One comment

  1. Buat tante/cewek yg butuh temen sex,cs ps invite my pin
    DBF6DBE4
    no gay / homo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*