agen bola terpercaya
BandarQ Online domino168 tahunqq  Poker BandarKiu Online

Cerita Sex Suami Suamiku

Cerita Dewasa Mesum Ngentot Pasutri Terbaru 2017 Hot – Namaku Susi umur 38 tahun dan Tomi usia 40 tahun adalah teman SMA ku yg kini menjadi suamiku. Kami mempunyai 2 anak. Kini anak-anak kami sudah remaja mereka berdua kuliah di kota lain. Aku kadang merasa kesepian tanpa adanya kedua anakku. Suamiku adalah pria yang baik dan sukses sebagai karyawan PMA, meskipun jabatan tidak terlalu tinggi tapi kami hidup berkecukupan. Aku sendiri cukup waktu dan uang untuk merawat diri, sehingga meskipun wajahku tidak begitu cantik namun orang bilang aku ini luwes tidak mboseni kalau dipandang. Kalo kata suamiku aku memang tidak cantik tapi “AYU” apalagi kalau lagi orgasme.Hehehe…Tinggi badanku 160cm dgn berat badan 56kg bisa dibilang agak gemuk. Aku mempunyai dada yg montok dgn puting yg merekah.

Cerita Sex Suami Suamiku

Cerita Sex Suami Suamiku Sexnyata

Suamiku tidak terlalu tinggi dari diriku tp cukup atletis dgn TB 165cm dan BB 63kg, dia senang berolah raga terutama tenis dan golf.
Kalo urusan ranjang suamiku sebenarnya bisa membuatku puas karena dia orangnya telaten dan sabar, dia selalu memberikan kesempatan dulu padaku untuk orgasme setelah itu baru dia melakukan penestrasi sampai aku orgasme yg kedua.

Cerita ini berawal dari rasa kesepianku yg sering di rumah sendiri kala suamiku pergi bekerja. Aku memberi saran pada suamiku agar kamar dari anak-anak di kost’in aja daripada tidak ada yg menempati. Suamiku pun setuju dgn usulku tersebut. Dia kemudian mencari orang yg akan kost dan kebetulan ada teman kenalannya seorang pengusaha yg biasa mondar-mandir Jakarta ke kotaku karena ada anak perusahaannya di kotaku. Pertimbangannya dari pada ke hotel boros karena kadang harus sampai dua minggu. Namanya Iwan keturunan arab dan cina, memiliki TB 176cm dan BB 76kg. Kulitnya putih tp berwajah arab dgn bulu diseluruh tubuhnya. Orangnya sangat santun. Aku dan suamiku cepat akrab dgn Iwan bahkan sekarang seperti keluarga sendiri. Setiap makan malam kami selalu bersama bahkan saat melapor ke pak Rt kami mengaku sebagai keluarga. Aku biasanya memanggil Iwan dgn sebutan dik karena umurnya lebih muda dariku.

Jika aku dan suamiku sedang berlibur dan saat itu pas dia ada di kotaku, dik Iwan kami ajak berlibur sekalian. Begitu akrabnya kami sehingga tak jarang dik Iwan juga membatu kalo ada kerepotan di rumah sehingga orang di lingkunganku taunya dik Iwan memang adikku. Tak terasa 3 bulan dik Iwan kost di rumahku, kami pun semakin akrab saja bahkan suamiku suati hari ketika kami sedang ngobrol sehabis makan malam berkata pada dik Iwan,

“Sekali-kali ajaklah istrimu jalan-jalan kemari dik biar dia kenal sama mb Susi”. Dik Iwan hanya diam dan malah menghela nafas panjang.
“Kenapa dik, apa ada yg salah?” lanjut suamiku melihat gelagat yg kurang enak.
“Begini mas, sebenarnya aku suda duda, istriku sudah meninggal 3 tahun yg lalu, di rumah cuma ada anak-anak dgn pembantu saja” jawab dik Iwan dgn mata berkaca-kaca.

Dari obrolan itu kami akhirnya tau status dik Iwan. Sejak saat itu keakraban kami bertambah akrab dan dekat. Suamiku sering menggodaku dgn membisikan padaku kalo keturunan arab biasanya kontolnya gede dan panjang. Aku merasa dik Iwan makin memperhatikanku, pernah dia membawakan hadiah liontin permata yg cantik untukku. Bahkan sehari-hari kami makin terbuka misalnya disaat sdg bercanda kadang-kadang dik Iwan seolah ingin memelukku. Dia juga sering sembunyi-sembunyi berani mencium pipiku kalo mau pamit pulang ke Jakarta.

Demikin pula dgn suamiku, dia seolah membiarkan kami asyik bercanda bahkan kadang dia juga mengawali pembicaran kearah yg berbau sex,
“Dik Iwan asal kamu tau ya, biarpun mbak Susi ini umurnya sudah kepala empat tapi itunya (maksudnya memek) tambah hot saja…hahahah…” kalo sudah begitu aku jadi tersipu malu, tp untungnya obralan kami cuma bertiga saja.

Seperti yg sudah aku ceritakn diatas, kami bertiga di hari libur sabtu minggu pergi ke kebun kami yg berada di puncak. Walopun tidak terlalu luas namun kebun ini cukuplah untuk hiburan dan cukup nyaman untuk istirahat. Setelah selesai makan malam sambil nonton Tv, entah apa sebabnya hari itu suamiku berubah manja dgn tiduran berbantal pahaku di depan dik Iwan. Kami mengobrol kesan kemari di ruang keluarga. Suamiku malam itu sangat atraktif memeperlihatkan kemesraan kami di depan dik Iwan. Aku sebenarnya agak risih tp karena sudah seperti adik sendiri aku bisa mengatasi perasaanku, lagian dik Iwan sudah sering melihat kemesraan kami sehari-hari saat di rumah. Kulihat dik Iwan acuh saja melihat tingkah laku suamiku malam itu. Malahan dia berinisiatif mengambil kasur lantai dan menghamparkannya di depan TV.

Aku dan dik Iwan bersandar di dinding berjajar cuma berjarak setengah meter sedangakn suamiku tiduran di pahaku. Malam itu acara yg kami lihat kebetulan berbau sex. Kulihat dik Iwan tidak konsentrasi dgn TV, dia lebih sering mencuri pandang kearah dadaku yg saat itu hanya terbungkus daster, tp aku pura2 ga tau. Aku sempat melirik kearah tengah celananya yg aku yakin kalo dia sudah setengah ereksi. Dan tiba2 suamiku memeluk pahaku sambil mengelus elus tonjolan payudaraku dari luar baju daster yg aku kenakan, akupun jadi bingung,

“Pah, malu donk dilihat dik Iwan” protesku sambil meleparkan tangannya kasar.
“Ah gapapa lagian dik Iwan juga pernah merasakan kog” jawabnya sambil senyum penuh arti ke dik Iwan.
.
Terlihat dik Iwan tersenyum kecut. Aku pun setengah jengkel sama suamiku meskipun jujur saja rabaan dari suamiku membuatku horny apalagi udara puncak terasa dingin menusuk sampai ke tulang. Suamiku malah semakin nekad, kepalanya yg menindih pahaku digeser kearah selangkangan sehingga baju dasterku yg pendek makin tersingkap. Kulihat dik Iwan makin leluasa menatap pahaku yg terbuka lebar dan kemudian berkata padaku,

“Mbak, aku kepingin nih”. Mendengar perkataan dik Iwan aku jadi marah dan hampir saja kutampar. Gila benar nih orang kataku dalam hati. Lain halnya dgn suamiku mendengar dik Iwan berkata begitu dia bukannya marah tp malah mendukung dik Iwan dgn berkata,
“Kasih aja mah gapap, kasian dik Iwan sudah lama ga ngerasain memek”
“Kamu apa-apaan sih Pah” sahutku ga kalah seru.
“Gapapa kog mah, papa ikhlas…kasih ya mah…pliisss…” pintanya sambil mengedipkan mata ke dik Iwan. Rupanya dik Iwan langsung tanggap, dia kemudian memiringkan badannya dan langsung merengkuh kepalaku dan dia menciumi mulutku dgn paksa. Ingin aku menolaknya tapi suamiku memegang tanganku dan meraba tengah CDku, aku menjadi terombang ambing antara nafsu dan harga diriku. Tapi sialnya aku makin terangsang tanpa sadar aku malah memiringkan badanku menghadap dik Iwan sehingga aku dan dik Iwan saling berhadapan. Melihat aku yg sudah mulai terangsang tanpa segan dik Iwan menyusupkan tanganya dibalik dasterku untuk meremas-remas payudaraku. Sementara suamiku tanganya masuk ke CD untuk mengelus-elus klitosrisku yg menjadi titik kelemahanku.

Mendapat seranngan dua orang sekaligus, membuat sensasiku melambung tinggi kurasakan ada kenikmatan yang tiada tara. Kucoba memberanikan diri meraba perut dik iwan dan turun ke bawah pusar, ada rasa penasaran ingin tahu ukuran kontolnya. Dan ternyata benar kata suamiku, ukuran koontolnya besar dan panjang apalagi saat itu sudah dalam keadaan tegang membuatku semakin bernafsu. Telapak tanganku tak bisa megenggam semuanya mungkin hanya separuhnya. Sementara itu suamiku melepaskan seluruh pakainnya dan melepaskan dasterku. Dik Iwan pun tak mau kentinggalan dia segera melepas seluruh pakaiannya dan menggeser posisinya merapat ke tubuhku dari sebelah kiri kami berdua saling berhadapan, sedangkan suamiku memiringkan tubuhnya di belakangku sehingga kontol suamiku yg juga sudah menegang menempel di bokongku. Dan kontol dik Iwan yg luar biasa besar dan panjang menempel di pahaku. Karena dik Iwan memelukku erat jadi suamiku hanya bisa merogoh memekku dari belakang.

Keluaran Togel HK

Dik IWan menciumiku sambil meremas buah dadaku penuh nafsu. Aku pun ikut terhanyut dalam gairah nafsu yg diciptakan olah dik Iwan. Aku tak sempat berfikir macam macam, nafsuku telah mendominasi pikiranku, kunikmati apa yang dilakukan dik Iwan padaku tanpa menghiraukan suamiku yang sedang meremas-remas bokongku, dan mengelus memekku yang sudah basah dari belakang. Aku mendesis desis tak
karuan karena keenakan dengan tangan kanannya dik Iwan mendekap punggungku erat erat, sedangkan tangan kirinya mulai menyibak memekku rupanya dia sudah ga tahan ingin memasukkan kontolnya ke memekku.

Dituntunnya kontolnya ke arah lubang memekku, dan dalam tempo singkat aku sudah dibuat melayang ke langit ke tujuh menikmati kontol dik Iwan yang panjang besar, meskipun ada rasa perih dan penuh menyesak di memekku namun kenikmatan yang kurasakan mampu membuatku melupakan rasa perih tersebut. Otomatis jepitan lubang memekku makin jadi dan denyutan-denyutan memekku yang selama ini dipuja oleh suamiku dirasakan oleh dik Iwan.

“Sssthhh…aahhhh..mbak memekmu sungguh luar biasa nikmatnya….benar benar panas mbak…aahhh…” desah dik Iwan sambil memompa batang kontolnya secara perlahan. Kini wajah dik Iwan menghadap ke arahku dengan matanya yang terpejam sungguh tampan sekali apalagi desah demi desahan yg keluar dari bibirnya membuatku benar-benar melayang. Gesekan bulu dada di ujung putingku membuatku seperti kesetrum listrik ribuan watt. Setelah hampir sepuluh menit dik Iwan memompa memekku aku mulai kesetanan mau meledak tapi dia mulai mengendurkan pelukannya.

“Ganti posisi yuk mbak, ga adil kan masa mas Tomi ga kebagian” bisik dik Iwan padaku.

Dik IWan lalu mencabut kontolnya dari dalam memekku, pelan-pelan terasa ada yang
hilang dari selanggkanganku, dik Iwan berdiri sambil membimbingku, suamiku masih ikut di belakangku sambil meremasi pantatku. Aku menoleh memandang suamiku penasaran ingin tahu reaksinya, tapi ternyata kulihat suamiku begitu bahagia bahkan dia tersenyum.

“Kita main bersamaan ya mas” ajak dik Iwan pada suamiku.

Dik Iwan mengambil posisi duduk bersandar di sofa dengan paha mengangkang, tampak kontolnya yang besar panjang dan kokoh dengan topi baja yang mengkilat karena cairan memekku berdiri seperti prajurit siap serbu, kemudian ia menyuruhku mengangkang diatasnya dengan menumpangkan pahaku pada pahanya sambil membelakanginya. Perlahan-lahan aku turunkan bokongku dan dik Iwan membimbing kontolnya untuk memasuki memekku, “Bleeessss…”. Rasanya tambah nikmat dan sudah ga perih lagi. Dengan posisi begitu maka dari depan mencuatlah klitorisku yang sudah keras dan kencang, perlahan-lahan aku mulai memompa dengan menaik turunkan bokongku, melihat pemandangan seperti itu suamiku langsung duduk jongkok di depanku, da menjilati klitorisku yang terbiar menantang.

Sungguh sensasi yg sangat luar biasa yang timbul, seluruh tubuhku bergetar kurasakan memekku makin berdenyut keras, kuraih kepala suamiku kurapatkan keselangkanganku sementara dik iwan terus menyodokku dari bawah. Rasanya aku mau meledak…… Aku mau meladak..!!

Dik Iwan menggeram karena kontolnya kucengkeram dengan denyutan memekku yang makin kuat, dan dengan sambil meremas-remas payudaraku kurasakan kontol dik Iwan dalam memekku berdenyut keras

“Aaargghh…. mbaaakk aku tak atah..aku mau keluaaarrr….” teriaknya. Ditariknya putingku sambil menyodokku dari bawah kuat-kuat sementara suamiku melumat klitorisku, aku benar-benar tidak bisa menggambarkan kenikmatan yang kudapat ketika kontol dik Iwan menyemburkan spermanya ke dalam memekku bersamaan orgasmeku dan hisapan-hisapan pada klitorisku.

Belum selesai sensasiku suamiku menarikku dan memintaku nungging ini kebiasaannya dia mau memompaku kalau aku sudah orgasme katanya enak sekali kedutan-kedutan memekku kalau orgasme. Aku langsung mengambil posisi nungging dengan bertumpu pada kedua paha dik Iwan pas kontolnya yang berlendir-lendir di mukaku langsung saja aku bersihkan dgn mulutku sementara suamiku mulai memasukkan kontolnya yang meskipun tidak panjang tapi kepalanya sangat lebar sehingga seperti klep pompa. Kurasakan sensasi yang lebih hebat lagi ketika suamiku mulai memompaku dari belakang. Hampir saja kugigit kontol dik Iwan kalau saja dia tidak berteriak, mengaduh.

Aku merasa tidak kuat lagi menahan ledakankanku yang berikutnya dan segara saat kontol suamiku mulai berkedut-kedut akan menyemburkan spermanya akupun juga merasakan diriku akan meledak lagi. Dengan teriakan panjang suamiku menyemprotkan spermanya ke dalam memekku. Aku segera berbalik untuk membersihkan kontol suamiku, rasa sperma dua orang laki-laki yang bercampur membuat lidahku merasa aneh dan asing. Kami terkulai lemas tapi aku merasa lapar dengan tetap bugil aku segera ke dapur untuk masak kulihat dua orang laki-laki itu berpelukan saling menepuk punggung.

“Gimana dik, enak ga?” lamat lamat kudengan suara suamiku menanyakan kesannya pada dik Iwan.
“Sungguh luar biasa mas, aku ga nyangka kalo mbak Susi begitu istimewa pantas mas Tomi tidak pernah jajan” timpal dik iwan.
“ekarang begini dik, kamu ga usah sungkan lagi sekarang ini mbak Susi ya istrimu tapi janji dik Iwan ga boleh jajan, aku jijik kalo membayangkan dik Iwan jajan diluar” sambung suamiku.
“Sumpah mas, sepeninggalan istriku aku ga pernah jajan, jujur aku pernah memakai pembantuku itupun cuma sekali saja selebihnya aku pake alat yg kubeli online” lanjut dik Iwan.
“Jadi mulai sekarang janji betul ya dik, dan kita ga boleh cemburu satu sama lain” imbuh suamiku.
“Eh…ngomoing aku ya…enak aja bikin kesepakatan ga tanya aku dulu” protesku sembari duduk dipangkuan suamiku.
“Ya maaf mbak kalo mbak ga setuju gapapa kog” kata dik Iwan memelas.
“Mmm.. Gimana.. Ya.. Mmm” sengaja kubuat-buat jawabanku aku ingin melihat reaksi dik Iwan.
“Habis.. Habis..” lanjutku. Jawabku ga kulanjutkan.
“Habis apa Mbak?” tanya dik Iwan penasaran.
“Habis.. E n a a k hi.. Hi.. Hi” jawabku sambil cekikikan.

Mendengarjawabnku yg menggodanya dik Iwan langsung menubrukku yang masih dipangkuan suamiku, tanpa sungkanlagi diciumnya bibirku, diremasnya dadaku kulihat kontolnya mulai ngacung lagi.

“Udah ah…sekarang makan dulu yuk, aku lapar nih, udah kubuatin nasi goreng spesial tuh di meja” ucapku.

Dik Iwan pun menghentikan cumbuannya terus membopongku ke kursi makan, sambil memangkuku dia menghadapi meja makan sementara suamiku mengikuti dari belakang dan mereka duduk berimpitan kursi. Aku membagi bokongku diatas kedua paha mereka yang berhimpitan satu berbulu yang satu agak licin. Mereka dengan sabar bergantian menyuapi aku. Aku benar-benar bahagia, mereka berdua sekarang suamiku, yang siap memuaskanku kapan saja.

Selesai makan kusiapkan sikat gigi dan odol buat mereka, aku mendahului membersihkan diriku di kamar mandi sperma yang kering berleleran di pahaku terasa lengket. Setelah itu aku ke kamar utama menyisir rambutku di depan cermin. Tak lama kemudian kulihat mereka berdua mengendap-endap beriringan masuk kamar aku seolah tak melihat. Kurasakan elusan lembut sebuah tangan dengan bulu-bulu halus menelusuri bokongku, bahkan kemudian mengarah ke selangkangan dan mengelus memekku. Aku sudah bisa menduga pemilik tangan itu, dan hatiku berdesir ketika kulihat tangan dik Iwan lah yang sedang mengelus belahan memekku, dan suamiku mengelus batang kontolnya, sambil mulutnya menciumi putingku. Sambil berubah posisi dengan setengah duduk di depanku, suamiku siap dengan selangkanganku yang terbuka lebar memperlihatkan memek merah basah yang sangat indah, sementara tangan kanannya menggosokan gosokkan kontolnya, sementara dik Iwan tidak tinggal diam buah dadaku yang menggantung diremas remas dari belakang.

Kemudian dik Iwan merubah posisinya dengan duduk di meja rias dengan kontol siap di muka mulutku. Sekarang aku baru bisa mengukur panjangnya kontol dik Iwan yang ternyata ada dua kepalan tanganku dengan kepala agak meruncing dan diameter kepala bajanya lebih kecil dari punya suamiku. Langsung kugenggam dan kujilati dan kukocok-kocok. Begitu kulakukan sampai hampir setengah jam dan dalam waktu yang tidak terlalu lama gerakan dik Iwan tak terkendali, bahkan dia membalas menekan kepala suamiku yang sedang mengenyot klitorisku di bawah meja pada saat itulah dik Iwan menghentak hentakkan pinggul dan menyorong-nyorongkan kontolnya dimulutku dan berapa saat kemudian “Crooottt…crooottt…crooottt…” sperma dik Iwan memenuhi kerongkonganku. Dia telah orgasme. Ini terlalu cepat, padahal aku merasa masih belum apa-apa. Dik Iwan terus turun membopongku ke ranjang dan suamiku sekarang menindihku sementara dik iwan mempermainkanku dari bawah, rupanya mereka telah kompak untuk kerja sama memuaskan diriku. Suamiku sudah terlengkup di atas tubuhku, sementara pinggulnya naik turun, mengocok batang kontolnya yang sudah melesak ditelan liang kenikmatanku. Sekali kali tangannya meremas bokongku.

Otot-otot memekku mulai berdenyut-denyut tapi tiba-tiba suamiku menghentikan kocokannya, dan mencabut kontolnya, aku masih tanggung tetapi aku memang juga tidak ingin selesai sekarang, aku masih berharap dik Iwan bangkit lagi setelah istirahat. Aku ingin dik Iwan
memompaku dulu baru suamiku yang mengakhiri puncaknya. Tapi suamiku memintaku dan dik Iwan melakukan 69 dengan posisi dik Iwan di bawah. Begitu aku posisi enam sembilan suamiku menusukku dari belakang dan dik Iwan ganti yang ngenyot klitorisku. Sungguh luar biasa rasanya ber 69 sambil memekku dipompa aku tak dapat menahan kenikmatan yang menyerbu lubang memekku. Denyutan-denyutan mencengkeram makin keras dan ini yang paling disukai suamiku, kemudian kurasakan suamiku mulai mencengkeram bokongku dan melenguh seperti sapi di sembelih sambil mempercepat goyangannya, semetara mulut dik iwan tak henti menciumi klitorisku dan lidahnya menerobos kadang masuk ke lubang memekku disela kontol suamiku.

Nafasku tersengal, aku mulai masuk kemasa orgasme. Tanpa menunggu waktu lagi, suamiku mempercepat kocokannya, dan
memekku sudah berdenyut denyut kencang, pertanda akan segera meraih orgasmeku. Suamiku merengkuh bokongku, makin kencang, sambil dari mulutnya keluar erangan kenikmatan yang panjang dan batang kontolnya ditekan keras ke memekku, dia semprotkan spermanya “Crooott…crooottt….croottt…” tapi aku sendiri masih belum meraih oragsmeku.

Dan segera berlelehanlah air maninya menyemprot di dalam memekku. Pada saat yang sama, aku tak tahan menahan orgasmeku, kugenggam kontol dik Iwan kuat-kuat dan kuhisap sampai batangnya, sambil mengejan menikmati orgasmeku bersama suamiku mendapat perlakuan begitu dik Iwan juga meraih orgasme kembali dan menyemburkan maninya ke mulutku untuk yang kedua kalinya. Kenikmatan yang luar biasa. Walaupun permainan sudah berakhir tetapi suamiku tidak mau mencopot batang kontolnya dari memekku, aku paham betul dia
paling suka menikmati denyutan memekku.

“Pah…sudah paaah…capek nih…kasian dik Iwan kita tindih” ucapku pada suamiku. Dia pun kahirnya mencabut batang kontolnya. Kami bertiga langsung tidur bersamaan di kamarku masih dalam keadaan telanjang.

Malam ini adalah malam pertama aku merasakan kontol orang lain selain punya suamiku apalagi ukuran kontolnya besar dan panjang dari ukuran kontol suamiku.

Sebuah pengalaman yang sangat memuaskanku.

Selesai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*