agen bola terpercaya
BandarQ Online domino168 tahunqq  Poker BandarKiu Online

Kisah Sex Nyataku Bersama Adik Ipar

Cerita sex, Cerita Dewasa, Cerita Mesum Terbaru – Aku Iwan (nama samaran) umurku 27 tahun, adik iparku 24 tahun dan istriku 26 tahun (istriku dan adik iparku umurnya nggak beda jauh) dulu waktu aku pacaran aku nggak nyangka kalau dia adik istriku (aku kira teman istriku)

Kisah Sex Nyataku Bersama Adik Ipar

Kisah Sex Nyataku Bersama Adik Ipar Sexnyata

Singkat cerita sejak pacaran sampai menikah tu aku benci banget sama adik istiku, dia tu suka banget jadi kompor, suka nyela, dan lebih parahnya lagi dia pernah hina aku di depanku langsung, (untung aku orangnya penyabar nggak gampang emosian) kalau aku orangnya emosian udah aku gampar waktu itu aargghhhhhh….

Dan adik iparku itu masih single/belum menikah, baru pacaran aja dan pacarnya suka ganti-ganti, dari awal kenal sama istriku sampai menikah sekarang iparku itu udah 5 kali ganti pacar yang aku tau, pernah dulu dia minjem ipad istriku buat buka facebook dan dia lupa nggak logout dan aku iseng-iseng aja liat profile facebooknya dan pesan-pesan dia, dan aku liat obrolan dia sama pacarnya yang ketiga, dan inti dari obrolan itu mereka pernah ML.

Dan adik iparku ini tipe orangnya manja, sombong pameran dan suka ngirian, kalau aku beliin sesuatu ke istriku (gadget, pakaian dll) selalu dia yang make, istriku selalu mengalah, jelasnya istriku takut banget sama adiknya.

Setiap sore dia selalu datang ke rumah cuma buat ngabisin makan aja (padahal dia gajinya lebih dari cukup), dan dia suka banget ngacak-ngacak lemari dan barang-barang istriku, aku sih udah nggak kaget sama dia udah tau sifatnya. Kadang pernah sesekali terlintas dalam khayalanku buat nidurin adik istriku itu, cuma kadang-kadang aku nggak nafsu kalau liat kelakuanya dan sifatnya yang seperti itu. Adik istriku ini sih lumayan cantik sama kayak istriku (tapi masih cantikan istriku).

Kalau pas main ke rumah dan istriku pas lagi nggak ada di rumah ya gitu dia langsung balik lagi, karena di rumah cuma ada aku aja, aku sih nglirik aja ogah (karena aku benci banget sama dia)

*****
Dan pas mau lebaran dan biasanya setiap lebaran aku pulang kampung sama istriku naik kendaraan. Kampung istriku di Jateng (aku dan istriku tinggal di Jakarta). Kebetulan waktu itu aku nggak bisa pulang bareng sama istriku karena pekerjaanku belum selesai, jadi aku menyuruh istriku untuk berangkat duluan naik travel, nanti aku nyusul sendiri naik motor. Sedangkan adik iparku biasanya sih pulang kampung naik bis, akupun bodo amat dia mau naik apa.

Dan ceritanya waktu itu adik iparku nggak dapet tiket bis, kemudian dia telpon istriku dan bercerita kalau dia kehabisan tiket bis. Tak lama kemudian istriku nelpon aku dan bilang kalau adiknya nggak dapet tiket dan suruh bonceng aku. Jujur awalnya aku males banget, tapi berhubung istriku yang meminta ya udah dengan terpaksa aku iyain saja.

Biasanya kalau sama istriku aku berangkat dari Jakarta pukul 04.00 subuh, biar sampai tujuan nggak kemaleman. Aku pun kali ini berencana berangkat dari Jakarta Subuh juga untuk menghindari malam di perjalanan. Malemnya sebelum berangkat aku bilang ke adik iparku kalau besuk berangkat pukul 04.00 dan adik iparku menjawab “iya”

Dan paginya pas pukul 04.00 tepat ku telpon ponsel adik iparku tapi tak diangkat (mingkin masih tidur), lalu kusamperin ke kontrakkannya, kuketok pagernya tapi tidak ada yang membukakan (bener-bener kesel dalam hatiku) bisa-bisa mundur jadwal yang sudah kupersiapkan. Ada niat untuk aku tinggal tapi aku nggak enak sama istri dan mertuaku nanti dikirain aku nggak mau dimintain tolong. Ya udah dengan terpaksa mau nggak mau aku menunggu dia sampai dia bangun. Sambil nunggu dia bangun aku pergi ke warung untuk ngopi dan ngerokok dulu. Hingga akhirnya pukul 08.00 dia menelponku dan bilang “Maaf mas aku bangun kesiangan”. Terus aja dia kusuruh untuk segera mandi dan bersiap-siap, kalau sudah selesai kusuruh dia untuk menelponku lagi agar aku bisa segera ke kontrakkannya.

Dan akhirnya kita berangkat dan gila barang bawaannya banyak banget sampai aku kasih peralatan tambahan di motor buat nampung bawaannya.

Singkat cerita perjalanan kami sudah sampai Cikampek, kami berhenti di rest area dulu di warung sambil ngerokok dan minum kopi (sepanjang perjalanan dari Jakarta – Cikampek aku dan adik iparku cuma ngobrol seperlunya aja), setelah istrihat kami melanjutkan perjalanan lagi. Pas mau masuk Pantura jalanan macet sekali (maklum H-2) dalam hatiku berkata mau sampai jam berapa kalau jalannya macet gini. Magrib saja belum sampai di Cirebon, masih lumayan jauh ke Cirebonnya. Belum lagi dari Cirebon Ke Jatengnya.

Dan akhirnya sekitar pukul 20.00 kami baru sampi ke Cirebon (Cikampek-Cirebon 8jam normlanya 4jam perjalanan). Sepanjang perjalanan adik iparku sering minbta berhenti di SPBU buat ke toilet, dia juga bilang kalau pantatnya panas duduk terus-terusan. Tiba-tiba dia bertanya padaku “kira-kira sampai rumah jam berapa nih mas?”. Aku jawab “kalau macet begini bisa-bisa subuh baru sampai rumah”.

Kira-kira jam 22.00 adik iparku meminta untuk istrirahat kembali, ya udah aku berhenti di Indo*art sambil beli cemilan dan minuman. Pas istirahat ini adik iparku serasa males untuk melanjutkan perjalanan. Dia bilang mau istrihat (nginep/tidur) dulu 3-4jam biar badan fit lagi. Tadinya sih aku suruh dia untuk senderan di tembok Indo*art sambil merem, tapi adik iparku menolaknya akrena dia bukan tipe orang yang kayak gitu. Dia menyuruhku untuk cari penginapan saja.

Akhirnya kami berdua melanjutkan perjalanan kembali sambil mencari penginapan. Tak lama kemudian ketemu juga wisma/penginapan di pinggir jalan. Kami pun lantas check in ambil double bed. Sebelum masuk ke kamar aku merokok dulu di luar, sedangkan adik iparku langsung mandi dan lantas rebahan di kasur. Setelah rokok habis aku langsung masuk dan rebahan ki kasur sebelah sambil nonton tv. Dan tiba-tiba pikiran kotorku langsung keluar, aku membayangkan nidurin adik iparku mumpung lagi sekamar sama dia.

Awalnya sih aku ragu-ragu, aku memberanikan diri untuk ngomong ke dia

“Kelihatannya kamu capek banget ya? mau nggak kalau aku pijitin?”, dia pun menjawab

“nggak usah mas, nggak enak” (intinya dia menolak), tapi aku tahu isi dalam hatinya, dia sebenarnya mau tapi malu.

Kemudian aku mendekatinya dan duduk di sampingnya, aku lantas memijat betisnya. awalnya sih dia menolak tapi lama kelamaan dia mau juga. Tadinya aku cuma memijat betis sama telapak kakinya saja, tapi lama kelamaan pijatanku berpindah ke pahanya. Terus kusuruh dia untuk tengkurap, lalu aku memijat pundak dan punggungnya. Waktu aku memijat pundak dan punggungnya dia sampai ketiduran. Pijatanku sampai pada kepalanya. Dia terbangun karena kaget ketika aku memijat kepalanya. Aku lalu bertanya padanya

“Kamu bawa minyak kayu putih nggak?”, dia pun menjawab

“Ada mas tapi minyak telon”. Aku kembali bertanya padanya,

” Mau nggak kalau aku urut punggungmu pake minyak?”, dia kembali menjawab

“Iya mas gakpapa”. Aku lalu menyuruhnya untuk melepas bajunya. Dab betapa kagetnya aku baru kali ini aku melihat tali BH adik iparku.

Aduuuhhh batang tongkolku seketika langsung menegang nih. Aku memeulai meneteskan minyak telon ke punggungnya, kayaknya dia menikmati banget urutanku. Tali BHnya sangat menganggu jalur urutanku. Selalu menyangkit di jari-jari tengahku. Aku lantas bilang ke adik iparku,

“Gimana kalau tali BHnya dilepas saja? biar nggak ganggu jalan urutnya?”. Dia menjawab

“Iya deh mas gakpapa”. Tadinya aku mengira kalau dia yang akan melepas tali BHnya sendiri tapi nggak tahunya dia menyuruhku untuk melepas tali BHnya. Gila semakin tegang aja tongkolku ini.

Tanpa menunggu lama aku langsung melepaskan tali BHnya dan kuteruskan lagio urutanku dari pinggul, punggung naik ke pundak dan leher. Adik iparku benar-benar keenakan. Urutanku kemudian berpindah posisi ke bagian paha dan betis. Kemudian aku memberanikan diri bertanya pada dia

” Pantatnya mau sekalian diurut?”, Dia pun menjawab

“Iya deh mas gakpapa”. Aku pun lantas mengurut pantatnya turun ke paha dan betis bahkan sapai ke telapak kakinya.

Setelah selesai bagian belakang lalu kusuruh dia untuk telentang, lalu ku urut paha dan betisnya dari depan (waktu itu dia cuma memakai celana pendek kolor), niatnya aku mau mengurut agak keatas cuma aku takut kalau dia menolaknya, ya udah urutan ku pindah ke tangan dan lengannya dulu.

Habis ngurut tangandan lengannya aku tanya lagi ke dia, “Pundaknya mau di urut sekalian nggak?”, dia pun menjawab dengan berat karena sudah merasakan keenakan sampi tidur, tanpa nunggu jawaban dari dia, aku langsung urut tuh pundak depannnya (atasnya toket), terus mulai turun ke bawah ngurutnya. Aku lewatin dulu tuh toketnya dan urutanku berpindah ke perutnya. Kemduian aku kembali bertanya padanya,

“BHnya dibuka aja ya?” lagi-lagi dia tak menjawabnya, dia udah tertidur.

Ya udah aku beranikan diri saja untuk menarik BHnya dan waaaaaoowwww…. ini pertama kali aku melihat secara langsung toket adik iparku. Toketnya bulet, putih, masi kenceng juga. Putingnya pun rada-rada merah pink gitu warnanya, pokoknya busyet deh…

Birahiku makin menjadi-jadi, awalnya aku takut untuk menyentuh toketnya, takut kalau dia marah atau menolaknya. Akhirnya aku membarenikan diri untuk mengelus toketnya untuk aku urut. Begitu aku memegangnya langsung terasa menyetrum ke batang tongkolku. Kutetesi toketnya dengan minyak telon, kuurut secara perlahan. Adik iparku tau kayaknya kalau toketnya aku urut tapi diam saja nggak menolak ataupun memberontak. Dari situ aku tahu ada sinyal lampu hijau, ya udah aku lanjut urut pundak depannya, turn ke toket dan perutnya. Pas giliran urutanku di toket aku mencoba untuk meremasnya, dan adik iparku tetap saja diam.

Urutanku pun turun ke bawah kali ini aku tanpa bertanya lagi pada adik iparku aku langsung saja menarik turun celana pendeknya, terlihat jelas CDnya berwarna hitam. AKu mencoba mengurut bawah puser lalu turun ke selakangan dan sesekali aku menyentuh memeknya. Karena dia tetap saja diam tanpa melakukan perlawanan lalu langsung saja kutarik ke bawah CDnya. Terlihat dengan jelas di depan kedua mataku memek yang ditumbuhi bulu halus yang sangat terawat. Makin bernafsu saja aku melihatnya.

Kuurut bibir memeknya dan sesekali dia menarik kakinya menahan geli. Kulanjutkan dengan mengelus memeknya, dia masih saja tak melakukan perlawanan cuma dia sedikit mengigit bibir bawahnya menahan geli dan nikmat. Aku pun semakin memberanikan diri dengan memasukkan jari tengahku ke dalam lubang memeknya sambil ku tekan. Adik iparku menggeliat seperti cacing kepanasan. Jariku semakin liar memainkan lubang memeknya tatkala memek itu mulai basah oleh lendir yang keluar dari dalam lubang memeknya.

Setelah puas mengobok-obok memeknya dengan jariku kemudian kuteruskan dengan menjilati memeknya. Kumainkan lidahku ke lubang memeknya, adik iparku memberi respon dengan menjepit kepalaku dengan kedua pahanya serasa menahan nikmat. Dia mendesah panjang. Tanpa menunggu lama kemudian aku melepas baju dan celana yang aku pakai dan tiba-tiba adik iparku membuka mata dan bertanya padaku, “Mas mau ngapain?”. Tanpa aku jawab aku lanjutkan dengan melepas CDku dan terlihatlah batang tongkolku yang sudah menegang sedari tadi. Buat mastiin kalau dia tak menolak ku ajak ML aku kembali menjilati memeknya dan kulihat adik iparku menggeliat dan mendesah keenakan.

Habis aku jilatin tanpa bertanya ke dia langsung saja aku menindih badannya dan mulai memasukan batang tongkolku ke dalam lubang memeknya. Ternyata masih sempit juga walaupun sudah tak perawan. Kugenjot pelan sambil kuciumi bibirnya dan kuremas toketnya. Belum sampai 5 menit dia udah mencapai orgasme, begitu juga aku, aku juga merasa mau crot aja, langsung kucabut batang tongkolku dan kukocok di atas perutnya, spermaku tertumpah dia atas perutnya. Kami berdua lantas tertidur dengan keadaan masih telanjang.

Selang 2 jam aku terbangun dan mulai merangsang dia lagi, kuremas dan kujilati toketnyam tanpa berlama-lama foreplay kami melakukan lagi ML untuk yang kedua kalinya. Kali ini persetubuhan kita agak lama, kami berdua benar-benar menikmati persetubuhan ini. Kami berganti-ganti gaya, semua gaya kami praktekin. Dan sebelum aku meraih orgasme aku bertanya dulu pada adik iparku,

“Keluarin di dalam boleh nggak?”. Awalnya sih dia agak takut, tapi setelah aku bujuk akhirnya dia membolehkan spermaku crot di dalam memeknya. AKu meneruskan lagi dengan menggenjot memeknya lebih liar lagi sampai tempet tidurnya ikut bergoyang. Genjotanku makin lama makin menggila hingga akhirnya kami berdua mencapai puncak orgasme bersamaan. Seluruh spermaku tumpah ke dalam memeknya. Adik iparku pun langsung ke kamar mandi untuk membersihkan sisa spermaku yang masih menempel di memeknya. Kemudian kami berdua melanjutkan tidur hingga akhirnya bunyi alarm membangunkan kami tepat pukul 04.00 pagi untuk melanjutkan perjalanan kami. (Cerita sex ini cerita nyata yang di kirim melalui email salah satu pembaca sexnyata)

Selesai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*