agen bola terpercaya
BandarQ Online domino168 tahunqq  Poker BandarKiu Online

Sex Berbagi Istri

“Ting.. Tong” terdengar suara bel pintu rumahku, istriku yg duduk di sofa segera bangkit dan melangkah untuk membuka pintu,

“Eh.. Iwan..!…” sapa istriku ketika tau siapa yg baru dayg…

“Pi.. Iwan Nich…” istriku memberitauku

“Ohh.. suruh masuk..” jawabku.

Sex Berbagi Istri

Sex Berbagi Istri Sexnyata

Cerita Sex | Tak berapa lama kemudian Iwan masuk dan menyalamiku sementara istriku memanggil kedua anakku dan memberitahu mereka tentang kedatangan Iwan, Kedua anakku langsung berhamburan memeluk Iwan, keluarga kami memang sudah sangat akrab dengan Iwan, dia adalah salah seorang mantan stafku saat aq bekerja di kota C, sekarang kami sudah pindah ke kota B, dan baru kali ini kami bertemu sejak terakhir kali Iwan mengunjungi kami sekitar setahun yg lalu.

Saat malam tiba, aq dan istriku mengajak Iwan untuk makan di luar, kedua anakku ditinggal dirumah bersama pembantuku. Kami berangkat menuju sebuah restoran seafood yg paling terkenal dengan suasana pinggir pantai yg nyaman, selesai makan kami bertiga ngobrol tentang masa lalu, terkadang kami bercerita tentang kejadian-kejadian konyol yg kami alami saat masih sekantor, perbedaan antara pimpinan dan bawahan tak terlihat antara kami, yg ada seperti sahabat lama yg baru berjumpa.

Waktu sudah menujukkan pukul sembilan malam aq dan istriku mengajak Iwan minum di LCC, sebuah tempat hiburan malam yg letaknya di lantai dasar hotel BS. tempatnya tak terlalu ramai namun suasanya cukup nyaman.

Cerita Dewasa | Suara musik dari band membawakan lagu TOP country menggema di setiap sudut ruangan. Red label dan coca cola menemani kami menikmati suasana PUB yg cukup gelap dan udara yg terasa dingin. Demikianlah kami menikmati suasana malam sabtu sehingga tanpa kami sadari sudah 2 botol red label kami habiskan bertiga dan kami benar-benar mabuk.

Tepat jam sebelas malam band digantikan oleh DJ, suara house music mengiringi liukan-liukan sexy dancer diatas panggung, para pengunjung mulai turun ke dance floor, istriku berbisik,

“Pi turun yuk…” kata istriku sambil menarik tanganku,

“Oke.. Iwan kita ajak juga ya…” jawabku, dan kami bertiga pun turun ke dance floor.

Pengaruh alkohol membuat istriku agak kehilangan kontorl, istriku mulai melakukan tarian-tarian erotis mengikuti dancer di atas panggung dengan menjadikan badan Iwan sebagai sandaran, sementara Iwan tampak canggung mengimbangi tarian istriku. Hal ini memang biasa dilakukan istriku saat mabuk berat, sementara aq berjoget ringan.

Sekitar jam 11:30 muncul keininanku untuk menunaikan hajat yg tak bisa kutunda. Aq berpamitan pada istriku dengan berbisik,

“… Aq mau ketoilet sebentar…” kataku.

“…Oke..” jawab singkat istriku dan akhirnya aq pun segera menuju ke toilet.

Selesai buang hajat aq kembali ke Pub. Di dance floor, Iwan dan istriku tdk ketemukan, aq pun menuju ke mejaku, tetapi disana Iwan dan Istriku pun tdk ada sehingga aq menyapu pandangan ke segala arah. Suasana yg cukup gelap menyulitkanku untuk menemukan mereka berdua. Aq pun memtuskan untuk berkeliling sampai akhirnya mataku tertuju kepada seorang perempuan yg dipeluk dari belakang oleh seorang pria di pojok yg lebih gelap dari area lainnya, tetapi pakaian putih yg dipakai istrku bercahaya terkena pantulan lampu disco, aq dapat memastikan itu memang istriku, dan sang pria tiada lain adalah Iwan.

Perasaan curiga dan cemburu mulai mendatangiku, bagiku tdk masuk akal mereka meninggalkan meja sat aq tdk ada, rasa pensaran membuatku mendekati secara perlahan, dan menyelinap ke meja yg lebih dekat agar dapat mendengar pembicaraan serta mengawasi gerak-gerik mereka, saat kuawasi, tiba-tiba kulihat istriku membalikkan tubuh dan mencium mulut Iwan dengan bernafsu, darahku berdesir… apalagi tangan kanan istriku mulai turun ke selangkangan Iwan dan meremasnya dari luar celana.

Gundukan diselangkangan Iwan memang tak nampak jelas, tetapi raut wajah Iwan jelas memperlihatkan birahi saat tangan istriku meremas-remas halus. Sementara Iwan dengan ragu mencoba menyelipkan tangan kanannya ke balik baju istriku dan berusaha masuk melalui sela-sela BH lalu mulai meremas toket istrku, walau dalam remang tetapi jarak yg dekat memberikan penglihatan yg jelas akan gerak gerik mereka berdua, setelah beberapa lama kutinggalkan mereka dan kembali ke mejaku.

Akhirnya mereka berdua kembali bergabung denganku…

“…Habis ajak Iwan joget… nggak papa kan…?” kilah istriku saat kutanya dari mana,

“Ohh” jawabku berpura tdk tauy, dan aq pun berusaha untuk tdk memperlihatkan perasaan curiga.

“Kita semua mabuk… Daripada pulang berbahaya… bagaimana kalu kita nginap di sini saja…” usul istriku.

“Terus Iwan gimana…?” tanyaku.

“…. ya kita ambil 2 kamar… tapi yg conect… biar kita bisa lanutin minumnya…” istriku meneruskan, akhirnya aq sendiripun sudah mabuk berat, aq setuju dengan usul istriku.

Kejadian di Pub yg kuliat antara Iwan dan istriku mulai terhapus pleh pengaruh alkohol, akhirnya kami pun chek in di 2 kamar yg dihubungkan oleh connecting door.

Iwan tak segera masuk ke kamarnya, melainkan bergabung bersamaku melanjutkan minum di sofa yg ada di kamarku, suasananya sangat berbeda dengan saat kedatangan sore tadi, Iwan sudah mulai berani mengucapkan bahasa jorok, bercerita tentang hubungan sex antara dia danpacarnya, dan anehnya aq pun tak merasa terganggu dengan perubahan ini, aq malah tertawa dan ikut bercerita tentang permainan sex kami, sementara istrinya hanya menggigit bibirnya menahan birahi….

Bersambung….